Dinamika ekonomi di sektor hortikultura sering kali mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan permintaan konsumen menjelang hari-hari besar. Berdasarkan laporan terbaru dari Update Pusat Tani, pergerakan nilai tukar komoditas agrikultur di bulan Mei ini menunjukkan tren yang bervariasi bagi para pelaku usaha tani. Fokus utama dalam laporan kali ini adalah memberikan pantauan harga pasar yang akurat agar petani dapat mengambil keputusan strategis terkait waktu penjualan hasil bumi mereka. Di tengah perubahan kebijakan distribusi sarana produksi, petani juga diingatkan untuk mempelajari regulasi pupuk bersubsidi guna memastikan ketersediaan input pertanian mereka tetap terjamin dengan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.
Komoditas kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, dan kacang kedelai lokal menjadi sorotan utama karena adanya peningkatan permintaan dari industri pengolahan pangan di dalam negeri. Pada bulan Mei 2026 ini, harga kacang tanah di tingkat pengepul cenderung stabil dengan sedikit kenaikan di daerah sentra produksi akibat terbatasnya pasokan dari petani yang baru saja memasuki musim tanam baru. Sementara itu, kacang hijau menunjukkan pantauan harga pasar yang cukup menggembirakan bagi petani karena stok di pasar induk mulai menipis sementara minat konsumsi masyarakat terhadap produk kesehatan berbasis kacang hijau terus meningkat secara signifikan sepanjang tahun ini.
Pusat Tani melakukan pemantauan secara real-time di berbagai pasar tradisional dan modern untuk memberikan gambaran yang komprehensif bagi para stakeholder. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas harga adalah kelancaran rantai distribusi dari daerah produsen ke pusat konsumsi. Adanya perbaikan infrastruktur logistik di beberapa wilayah dilaporkan mampu menekan biaya angkut, sehingga selisih harga antara tingkat petani dan tingkat konsumen tidak terlalu lebar. Hal ini memberikan keuntungan ganda, di mana petani mendapatkan harga jual yang layak, sementara konsumen akhir tidak terbebani oleh kenaikan harga pangan yang terlalu tajam di pasar ritel.
Selain faktor logistik, kondisi cuaca di bulan Mei juga berperan penting dalam menentukan kualitas kacang-kacangan yang beredar di pasar. Curah hujan yang mulai berkurang di beberapa wilayah memberikan keuntungan bagi petani dalam proses pengeringan hasil panen. Kacang yang dikeringkan secara sempurna memiliki harga jual yang jauh lebih tinggi karena daya simpannya yang lebih lama dan risiko serangan jamur yang lebih rendah. Pusat Tani menyarankan petani untuk tidak terburu-buru menjual hasil panen dalam kondisi basah, karena pengolahan pascapanen yang sederhana namun tepat dapat meningkatkan nilai tambah komoditas mereka hingga dua puluh persen di pasar terbuka.