Membangun sebuah kebun sering kali dianggap memerlukan biaya besar untuk pembelian nutrisi tambahan secara rutin. Namun, jika kita melihat hutan alami, tidak ada seorang pun yang memberikan pupuk secara manual, namun vegetasi di sana tumbuh dengan sangat subur. Rahasianya terletak pada sirkulasi hara yang tertutup dan efisien. Konsep sirkulasi ini adalah bagaimana unsur hara berpindah dari tanah ke tanaman, dikonsumsi, lalu kembali lagi ke tanah melalui sisa-sisa organik untuk diolah kembali menjadi nutrisi. Dengan memahami prinsip ini, kita bisa menciptakan sebuah kebun mandiri yang tidak memerlukan input dari luar secara berlebihan.
Langkah pertama dalam menciptakan ekosistem kebun yang sehat adalah dengan meminimalkan limbah. Setiap daun yang gugur, batang yang dipangkas, maupun sisa panen jangan pernah dibuang keluar dari area kebun. Sisa-sisa tersebut adalah cadangan nutrisi yang dipinjam tanaman dari tanah. Jika kita membuangnya, maka kita sedang memiskinkan tanah kita sendiri. Dengan teknik mulsa atau pengomposan langsung di tempat, kita mengembalikan hak tanah untuk mendapatkan kembali karbon dan mineral yang telah digunakan untuk membentuk bagian tubuh tanaman tersebut.
Agar kebun menjadi benar-benar mandiri pupuk, keragaman hayati adalah kuncinya. Menanam hanya satu jenis tanaman dalam lahan luas (monokultur) akan menguras satu jenis nutrisi secara spesifik dan memutus rantai hara. Sebaliknya, polikultur atau tumpang sari memungkinkan adanya pertukaran manfaat antar tanaman. Misalnya, menanam tanaman penutup tanah yang mampu menambat nitrogen akan memberikan asupan gratis bagi tanaman tetangganya yang membutuhkan banyak nitrogen. Sistem simbiosis ini adalah bentuk manajemen nutrisi otomatis yang disediakan oleh alam tanpa perlu campur tangan manusia yang rumit.
Pemanfaatan hewan ternak kecil atau keberadaan mikrofauna seperti cacing tanah juga mempercepat proses pengolahan nutrisi di dalam kebun. Kotoran hewan yang terintegrasi di kebun akan menjadi boster pertumbuhan yang sangat kuat. Selain itu, akar tanaman yang dalam dapat mengambil mineral dari lapisan tanah bawah ke permukaan, lalu ketika bagian atas tanaman tersebut mati, mineral tersebut akan tersedia bagi tanaman yang berakar dangkal. Inilah yang disebut sebagai pompa nutrisi biologis yang sangat efektif dalam menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.