Ketergantungan terhadap input pertanian kimia telah lama menjadi beban bagi petani di berbagai pelosok daerah. Kenaikan harga pupuk pabrikan yang seringkali tidak terprediksi serta dampak jangka panjang terhadap kerusakan struktur tanah menuntut sebuah solusi radikal. Melalui gagasan Kedaulatan Pupuk Organik, Pusat Tani mulai menginisiasi sebuah program kerja besar yang bertujuan untuk mengembalikan kekuatan produksi nutrisi tanaman ke tangan masyarakat desa itu sendiri. Ini adalah sebuah langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kesehatan lingkungan secara jangka panjang.
Kemandirian nutrisi desa berarti setiap komunitas petani memiliki kemampuan untuk memproduksi, mengolah, dan mendistribusikan kebutuhan nutrisi tanah mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada rantai pasok global yang rentan. Dalam Proker yang dijalankan oleh Pusat Tani, fokus utamanya adalah pemanfaatan limbah biomassa lokal. Sisa panen, kotoran ternak, hingga limbah rumah tangga organik diolah kembali menggunakan mikroorganisme lokal (MOL) untuk menghasilkan pupuk cair maupun padat yang berkualitas tinggi. Proses ini menciptakan sebuah siklus tertutup di mana tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia.
Pentingnya Pusat Tani dalam gerakan ini adalah sebagai katalisator ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Di tempat ini, para petani belajar tentang formulasi nutrisi yang spesifik untuk jenis tanaman tertentu. Mereka tidak hanya sekadar membuat kompos, tetapi juga melakukan riset sederhana tentang bagaimana meningkatkan kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam pupuk organik mereka. Dengan adanya laboratorium sederhana di tingkat desa, kualitas pupuk yang dihasilkan bisa dipantau secara berkala, memastikan bahwa nutrisi yang diberikan ke lahan benar-benar efektif untuk meningkatkan produktivitas.
Implementasi program ini juga berdampak besar pada aspek ekonomi. Dengan tercapainya kemandirian nutrisi, biaya produksi pertanian dapat ditekan hingga 40-60%. Uang yang biasanya keluar dari desa untuk membeli pupuk kimia kini tetap berputar di dalam desa melalui unit usaha pembuatan pupuk organik milik kelompok tani atau BUMDes. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda desa yang memiliki minat dalam bidang bioteknologi pertanian dan manajemen lingkungan. Desa tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi produsen input pertanian yang berdaulat.